Kamis, 17 Februari 2011

Kebahagiaan itu Punya siapa sieh??

Kebahagiaan itu punya siapa sieh??
itu hanya pertanyaan gue yang bertanya2 dalam hati gue, mungkin yang bisa jawab pertanyaan itu hanyalah diri kita sendiri dimana lo maunya kebahagiaan itu milik siapa kan?

Tapi kok aneh ya kebahagiaan itu bisa dipilih kepada siapa bahagia itu bisa didapatkan? Jadi bahagia itu bukanlah menggambarkan kebahagiaan diri sendiri yang lo punya, mungkin kebahagiaan lo ada karena ada orang lain yang melepas kebahagiaannya atau sebaliknya kebahagiaan orang lain di dapat setelah lo melepas kebahagiaan lo sendiri.

Hidup ini semakin aneh ya, tapi emang kenyataannya seperti itu sampe pernah gue dengar ada orang yang dengan PD nya atau tanpa sadar mengatakan " gue akan bahagia jika melihat lo bahagia meskipun mungkin gue akan sakit ". Menurut gue aneh ya tapi ya itulah hidup dimana mungkin kebahagiaan itu bukan disaat lo akan bahagia dengan diri lo tetapi kebahagian itu akan datang disaat lo melihat orang yang lo sayang bahagia.

Yang menjadi pertanyaan besar gue adalah mungkinkan kita akan bahagia hanya dengan cara melepaskan kebahagiaan kita hanya buat orang lain? dan apakah setelah kita melepaskan kebahagian kita tersebut orang lain itu akan bahagia seperti yang kita harapkan?


Tetapi yang gue tau dan yang selalu gue mengerti kebahagiaan itu datang disaat lo merasa senang, nyaman, aman dan tersenyum dan bahagia itu tidak ada tetes air mata walaupun lo bila akan bahagia melihat orang lain bahagia dan tersenyum tetapi hati lo menangis, itu semua adalah omong kosong klo lo bahagia :P




Jadi bahagia itu punya siapa aja, dia tidak dapat memilih dan dipilih hanya dapat dikendalikan oleh diri sendiri dan bahagia itu datangnya dari hati bukan dari mulut ^_^ jadi bahagiakan hati lo jika memang diri lo yang menginginkan bukan karena lo perhatikan kebahagiaan orang lain dan melepaskan kebahagiaan diri lo sendiri.


happiness is the heart of happiness, if your heart is still crying of happiness on average is just nonsense and I believe you are what you want that happiness can be achieved without coercion and for any reason ^__^

Senin, 07 Februari 2011

Definisi Wanita Cantiq ^_^


Wanita cantiq itu :

Tetap tertawa walau sebenarnya ia ingin menangis.

Tetap tersenyum walau sebenarnya ia kecewa.

Tetap kuat walau sebenarnya ia udah ngak sanggup lagi.

Tetap semangat walau tertekan oleh masalah.




Yang terpenting :

Tetap sabar dan memandang semuanya baik-baik saja
walau ia sebenarnya terluka.

Dan memenuhi hidupnya dgn Hal-hal dan Pikiran Positif.
Maka kecantikanmu semakin terpancar.

Malu bertanya, Malu-maluin akhirnya hehehehe.....

Gue masih senyum-senyum dan mau ketawa terbahak-bahak klo inget kejadian minggu sore kemarin. Pepatah mengatakan bahwa Malu bertanya sesat dijalan tapi klo inget kejadian kemarin pepatah itu berubah menjadi Malu bertanya akhirnya Malu-Maluin hahahahaha :P

Sebenarnya gue udah malas banget diajak jenguk teman kantor (bana) yang kebetulan di rawat di sebuah rumah sakit di daerah jakarta timur namanya RS Hermina Jatinegara, soalnya udah sore banget janjiannya dan besok juga udah hari kerja tapi gue pikir kapan lagi untuk silaturahmi ke teman kantor ini sekalian juga liat keadaannya. Pulang mengaji dari Al Azhar gue berangkat ke kosan nya Ela untuk janjian dengan ida irma dan erlina aduski.

Dan gue pikir mereka tau dimana bana dirawat ternyata mereka juga gak jelas ckckckck akhirnya teleponlah ke dian suaminya bana dan katanya dirawat di RS Hermina Jatinegara dan gue pun gak tau letak RS tersebut dimana secara gue gak terlalu paham dengan daerah Jatinegara dan sekitarnya :P dan tanya supir taxi, walhasil ternyata supir taxinya tau, akhirnya ada yang tau jg hehehehe tapi anehnya setengah perjalanan supir taxinya bilang "klo gak salah RS Hermina ganti dech namanya dengan RS Premier" dan kita semuanya meniyakan aj secara kita juga gak tau gitu loh. Setelah sampai RS itu kita cari buah untuk dibawa tapi pas mau masuk ruangan 405 tempat bana di rawat, security RS menanyakan mau kemana dan kita dengan jelasnya mau ke 405 jenguk teman tetapi malah securitynya heran dan minta kita untuk menghubungin teman yang mau di jenguk karena lantai 4 adalah Ruangan ICU dan tidak bisa di jenguk (Opss...kayaknya memang salah nieh wkwkwkwk)

Dan percaya gak percaya kita emang salah Rumah Sakit (OMG) gila ya tuh supir taxi bohongin kita ckckckckck :P dan akhirnya kita naik taxi lagi menuju RS Hermina, sampai RS tersebut kita tanpa ragu2 masuk lift naik ke lt. 4 dan sampai lantai 4 ada tulisan "mohon alas kaki dibuka" tanpa bertanya pun kita buka alas kaki dan si ela dengan riuhnya bilang "aduh sendal gue susah nieh tuk dibuka" dan lina malah nanya lagi dengan ragu2 ke gue "mba gak salah nieh, coba diliat dech itu kan ICU mba" dan pas sadar kita sama2 ketawa ngakak bareng-bareng :D dan kita akhirnya turun ke lift ya tadi dan tanya sama suster, kata susternya "mbanya salah masuk lift harusnya menggunakan lift yang sebelah sana" dengan ketawa2 bareng2 kita menuju lift yang dimaksud.

Aduh gak percaya juga sieh dari salah masuk Rumah Sakit, salah masuk lift dan salah masuk kamar wkwkwkwkwkwk seru banget dan kita tuh ngelakuinnya dengan PD bener hahahahaha :P

itulah makanya Harus bertanya jangan sampe Malu bertanya Malu-maluin kan akhirnya hahahahaha ^__^


Jumat, 04 Februari 2011

Boleh sieh Nangis, tapi Sebentar Aja....

Email seorang teman untuk gue agar bisa menangis dan kembali tersenyum....Makasih ya sobat, tanpamu mungkin gue gak bisa kembali tersenyum ^____^


Allah memang menganugerahkan air mata sebagai bahasa dari hal-hal yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Jika hidup mulai terasa tak ramah, dan langkah mulai terasa berat, maka tak apa menangis.

Lepaskan sejenak beban jiwa, dan tanyakan pada diri, apa yang salah.

Memang tak apa menangis, tapi sebentar saja.

Karena menangis tidak akan menyelesaikan masalah, hanya meredakan emosimu.

Dan menangis tidak akan membuat perubahan, hanya membuat orang mengasihanimu.

Aku ingin menjadi orang yang berhati kuat, yang bisa menangis di saat yang tepat, dan cukup, sebentar saja…

Lalu bangkit lagi, menghapus air mataku, karena Allah selalu mempersiapkan hadiah yang indah, walaupun jalannya tak selalu lurus.

***
Be thankful that you don’t already have everything you desire,
If you did, what would there be to look forward to?

Be thankful when you don’t know something
For it gives you the opportunity to learn.

Be thankful for the difficult times.
During those times you grow.

Be thankful for your limitations
Because they give you opportunities for improvement.

Be thankful for each new challenge
Because it will build your strength and character.

Be thankful for your mistakes
They will teach you valuable lessons.

Be thankful when you’re tired and weary
Because it means you’ve made a difference.

It is easy to be thankful for the good things.
A life of rich fulfillment comes to those who are also thankful for the setbacks.

GRATITUDE can turn a negative into a positive.
Find a way to be thankful for your troubles and they can become your bles

Ternyata Ikhlas itu SUSAH..

Gue pernah update status di FB mengatakan bahwa ikhlas itu adalah sebuah proses tapi ternyata proses itu berat banget dijalanin.

Bolehlah dimulut lo bilang ikhlas dengan tulus tetapi dihati belum tentu bisa bilang ikhlas dengan tulus dan itu gue alamin sekarang dimana mulut gue dengan lantang tanpa ragu-ragu mengatakan ikhlas tetapi hati ini menjerit gak rela disaat sesuatu itu gue ucapkan dengan ikhlas.

Ya Allah, aku hanyalah manusia yang tidak pernah tahu harus bagaimana dan hanya kepadaMUlah aku memohon perlindungan dan petunjuk atas yang telah aku ikhlaskan, aku bersyukur dengan segala karuniaMU ya Allah bantu aku menjalankan proses ikhlas ini dengan lancar walaupun pasti berat dan lama, aku tahu dan yakin segalanya adalah kehendakMU dan Engkau Maha Mengetahui apa yang paling terbaik buat hambaMU.

Ikhlas hanyalah proses, nikmatilah walaupun itu berat untuk dijalani....

Rabu, 02 Februari 2011

Jalan Cinta Para Pejuang

Mungkin Allah memberikan suatu petunjuk disaat engkau merasa bimbang dan ragu, walaupun terkadang petunjuk itu tanpa kita sadari. Gue merasakan kedatangan petunjuk yang benar-benar tidak disangka-sangka sama sekali karena pada saat ini gue memang lagi merasa bimbang, ragu dan bingung tepatnya tetapi petunjuk itu tiba2 datang pada email milist YISC kelas F yaitu milist kelompok gue mengaji di Al Azhar dan gue merasa ini adalah jawaban dari semua kebimbangan, keraguan dan kebingungan hati gue saat ini.

Email itu adalah berjudul Jalan Cinta Para Pejuang yang isinya :

Jalan Cinta Para Pejuang karya Salim A. Fillah Kutipan salah satu bab di dalam
buku ini
Sergapan Rasa Memiliki

..milik nggendhong lali..
rasa memiliki membawa kelalaian
-peribahasa Jawa-

Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang
dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di
hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan
pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilahan menurut
perasaan yang halus, juga ruh yang suci.

Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat
kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat,
rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar
seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang
pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara
untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada
shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abud Darda’.

”Subhanallaah.. wal hamdulillaah..”, girang Abud Darda’ mendengarnya. Mereka
tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup,
beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota
Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.

”Saya adalah Abud Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia.
Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam
dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah
Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli
bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk
dipersuntingnya.”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling
murni.

”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua, shahabat
Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan
seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya
saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang
di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.

”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang
ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang,
maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak
pinangan Salman. Namun jika Abud Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang
sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”

Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang
puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya! Itu mengejutkan dan
ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu alasan; reaksi Salman.
Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut
tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan
gelombang kesadaran; bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang
dicintainya. Mari kita dengar ia bicara.

”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini
akan aku serahkan pada Abud Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan
kalian!”
♥♥♥

Cinta tak harus memiliki. Dan sejatinya kita memang tak pernah memiliki apapun
dalam kehidupan ini. Salman mengajarkan kita untuk meraih kesadaran tinggi itu
di tengah perasaan yang berkecamuk rumit; malu, kecewa, sedih, merasa salah
memilih pengantar –untuk tidak mengatakan ’merasa dikhianati’-, merasa berada
di tempat yang keliru, di negeri yang salah, dan seterusnya. Ini tak mudah. Dan
kita yang sering merasa memiliki orang yang kita cintai, mari belajar pada
Salman. Tentang sebuah kesadaran yang kadang harus kita munculkan dalam situasi
yang tak mudah.
Sergapan rasa memiliki terkadang sangat memabukkan..

Rasa memiliki seringkali membawa kelalaian. Kata orang Jawa, ”Milik nggendhong
lali”. Maka menjadi seorang manusia yang hakikatnya hamba adalah belajar untuk
menikmati sesuatu yang bukan milik kita, sekaligus mempertahankan kesadaran
bahwa kita hanya dipinjami. Inilah sulitnya. Tak seperti seorang tukang parkir
yang hanya dititipi, kita diberi bekal oleh Allah untuk mengayakan nilai guna
karuniaNya. Maka rasa memiliki kadang menjadi sulit ditepis..

Terima kasih Ya Allah, Engkau berikan petunjuk yang paling indah untukku...

Selasa, 01 Februari 2011

Februari CERIA......

Awal Februari 2011, dibilang seneng  tapi gak dibilang sedih tapi juga gak boleh sedih....

Tapi yang paling berkesan adalah hari ini bos gue ngadain rapat tepat jam 7 pagi sedangkan pada awal februari ini pun diberlakukan flexi time dimana boleh datang jam 07.30 (OMG...) dan biasanya gue datang paling telat mendekati jam 07.30 hehehehe pagi ini rekor terbaru gue datang jam 06.30 ckckckck 1 jam lebih awal dari biasanya hehehehe....

Hanya Doa yang gue panjatkan pagi ini adalah Berharap Bulan Februari ini lebih ceria dan menyenangkan, gue gak mau terpuruk jatuh lebih dalam lagi dan gue pengen menikmati hidup ini dengan apa yang memang ada di diri gue dan satu lagi yang paling pengen gue tanamkan mulai detik ini berusaha dan berusaha untuk tidak MENGELUH....

Semoga menjadi FEBRUARI CERIA ^__^