Selasa, 19 Januari 2010

Beranilah untuk Bermimpi


Beranilah bermimpi. Janganlah biarkan ada yang menahan Anda untuk mengeksplorasi mimpi besar, harapan, dan aspirasi Anda. Janganlah takut untuk bermimpi besar dan ikuti mimpi-mimpi Anda ke mana pun Anda diarahkannya. Bukalah mata Anda akan kecantikannya; bukalah pikiran Anda akan kemustahilannya; bukalah hati Anda untuk setiap daya tarik sihirnya.

Beranilah bermimpi. Apakah mimpi Anda berwarna atau hitam putih, apakah mimpi Anda besar atau kecil, mudah dicapai atau hampir tidak masuk akal, lihatlah akan mimpi-mimpi Anda, dan wujudkanlah mereka menjadi kenyataan. Harapan tidaklah berharga sampai Anda mengambil langkah pertama untuk mewujudkannya menjadi kenyataan!

Beranilah bermimpi. Karena hanya dengan bermimpi, Anda baru akan menemukan siapa diri Anda, apa yang Anda inginkan, dan apa yang mampu Anda kerjakan. Jangan takut untuk mengambil risiko, untuk terlibat di dalamnya dan berkomitmen. Lakukan segala hal untuk mewujudkan mimpi Anda menjadi kenyataan. Selalu percaya akan keajaiban dan selalu yakin akan diri Anda!

Hidup Adalah Pilihan Yang Harus Dijalankan bukan Sesuatu Yang Harus Dibingungkan


Siapa yang bertanggung jawab atas semua keadaan hidup Anda saat ini? Anda sendiri atau orang lain? Banyak orang yang menyalahkan orang lain. Ada yang menyalahkan keluarganya (orang tua, pasangan, anak dsb). Atau lingkungan tempat bekerja, atasan dsb. Atau yang lebih ironis menyalahkan Tuhan atas semua kegagalan yang dialaminya.

Sayangnya banyak yang tidak menyadari bahwa apa yang telah mereka lakukan di masa lalu menentukan apa yang jadinya kita sekarang. Apapun yang Anda lakukan di masa lalu, baik itu positif ataupun negatif, Anda sendirilah yang mengambil pilihan itu. Jadi semua terjadi atas pilihan Anda sendiri bukan orang lain.

Anda memilih pasangan Anda, Anda memilih kendaraan Anda, Anda memilih teman, Anda memilih mau membaca koran atau tidak, Anda memilikh koran yang Anda baca, Anda memilih buku yang Anda baca, Anda memilih untuk bekerja sampai pensiun atau memulai wirausaha, bahkan ketika Anda memilih untuk membaca artikel ini, juga merupakan pilihan Anda.

Semua pilihan yang Anda buat mempunyai dampak untuk diri Anda, terkadang juga berdampak pada keluarga Anda bahkan bisa berdampak pada orang lain. Pilihan yang Anda ambil hari ini akan membawa dampak untuk masa depan Anda.

Cara pandang kita terhadap sesuatu yang terjadi di sekeliling kita, juga tergantung pada pilihan Anda. Ketika Anda berkenalan dengan seseorang, Anda bisa memilih untuk melihat sisi positifnya atau sisi negatifnya. Seperti gelas yang terisi setengah, kita memiliki pilihan bagaimana melihatnya. Jika Anda cukup optimis maka Anda akan mengatakan setengah penuh atau jika Anda begitu pesimis Anda akan mengatakan setengah kosong.

Hidup adalah pilihan. Anda dapat memilih untuk hanya melihat rintangan atau Anda justru memilih untuk melihat sebuah tantangan sebagai pengalaman unik dan baru. Semoga Anda dan saya berani memutuskan yang terbaik. Berani melangkah untuk hari depan yang lebih baik. Berani keluar dari comfort zone! Freedom! Financial Freedom! and yang tak kalah penting Time Freedom! Selamat mengambil pilihan! :)

Memang, mungkin bukan salah Anda untuk berada di dalam situasi tertentu, tetapi Anda dapat MEMUTUSKAN untuk TETAP berada di situ, atau KELUAR.
So, stop acting like a crying baby, carpe diem, not just seize the day but seize the opportunity !

HIDUP.....


Hidup memang pilihan, pilihan kita bagaimana menjalaninya. Namun dalam perjalanannya, terkadang kita bingung pilihan mana yang sebaiknya kita ambil. Kita tidak tahu akhirnya, itu yang membuat kita bingung. Semua kita pasti ingin pilihan yang kita ambil itu adalah pilihan yang tepat. Karena kita ingin pilihan yang kita ambil itu adalah alternatif pilihan yang paling baik dari semuanya.

Hhh…Hidup. Satu kata saja. Namun berarti banyak hal. Hidup ini Cuma satu kali. Jangan sampai kita menyesal tentang masa lalu. Bagaimanapun juga itu adalah hasil dari pilihan yang pernah kita ambil. Orang yang benar-benar menyadari bahwa hidup ini hanya satu kali, pasti akan memakai hidupnya dengan baik. Dia tidak akan menyia-nyiakan setiap kesempatan yang ada dan dia akan berhati-hati dalam setiap pilihan hidup yang akan dia ambil. Baginya, dia dapat tetap hidup dan meneruskan perjalanan hidupnya hari ini adalah sebuah anugrah dan kesempatan. Dia takkan membuang-buang waktunya untuk hal yang tidak berguna.

Bagaimana pun juga, setiap orang memiliki pandangannya sendiri-sendiri tentang hidup. Sebagian orang memandang hidup sebagai sebuah perjuangan, ada pula yang menganggap hidup seperti sebuah roda yang terus berputar, atau hidup adalah sebuah script film yang sudah disutradarai oleh Tuhan, dan banyak lagi yang lain. Bagi saya, lain lagi. Bagi saya, hidup adalah anugrah yang telah Tuhan berikan. Anugrah itu adalah kehendak bebas dan pilihan untuk menjalaninya. Namun anugrah itu tetap harus dipertanggungjawabkan kepadaNya. Karena Hidup Seseorang hanya milik Penciptanya.

Senin, 18 Januari 2010

Cermin Diri


1. Paling tidak ada 2 orang di dunia ini
yang dirimu bersedia mati untuk mereka.


2. Paling tidak ada 15 orang di dunia ini
yang mencintaimu dengan cara mereka masing-masing.

3. Satu2nya alasan kenapa seseorang benci padamu adalah
karena dia sangat ingin sepertimu...

4. Senyuman darimu dapat membawa kegembiraan kepada orang lain,
walaupun mereka tidak suka padamu.

5. Setiap malam,
SESEORANG memikirkanmu
sebelum dia pergi tidur.

6. Kau adalah dunianya seseorang.

7. Kau istimewa dan unik bagi seseorang.

8. Seseorang yang bahkan tidak kau sadari hadir di dunia ini,
mencintaimu.

9. Ketika kau melakukan kesalahan besar,
ingatlah ada sesuatu pelajaran baik dari kesalahan itu.

10. Ketika kau berpikir bahwa seluruh dunia meninggalkanmu
cobalah pandang ke arah lain.

11. Cobalah ingat semua pujian yang kau terima.
Tapi lupakan hinaan.


Teman-teman baik selalu seperti bintang,
Kau tak selalu bisa dekat dengannya,
Tapi kau tahu mereka selalu disana untukmu.

"Ketika Tuhan menutup salah satu pintuNya
Dia selalu membuka pintu pintu lainnya,
Walaupun terkadang perjalanan kesana seperti neraka”

Lebih baik saya menerima sekuntum bunga dan kata-kata manis
dari seorang teman pada saat saya masih disini,
daripada 1 truk bunga ketika saya sudah pergi..

Happiness keeps You Sweet,
Trials keep You Strong,
Sorrows keep You Human,
Failures keeps You Humble,
Success keeps You Glowing,

Rabu, 07 Oktober 2009

JoHaN alias Jodoh diTangan Tuhan??


Kita tidak akan pernah tahu siapa Jodoh kita?
Kita tidak akan pernah tahu kapan akan ketemu dengan Jodoh kita?
Kita tidak akan pernah tahu kayak gimana sieh Jodoh kita nantinya?
Kita tidak akan pernah tahu bagaimana Jodoh kita?

Pertanyaan diatas mungkin semuanya bisa mempertanyakannya tapi untuk jawabannya semua pertanyaan diatas tidak bisa kita jawab dengan pasti dan benar....

Banyak yang bilang untuk mendapatkan Jodoh yang terbaik kita harus usaha dengan baik pula tapi sekuat usaha kita mendapatkan Jodoh yang terbaik itu kalau memang tidak dikatakan Jodoh maka usaha dengan baik itu tidak akan memperoleh hasil alias sia-sia.

Pernyataan JoHan alias Jodoh diTangan Tuhan terkesan PASRAH tapi semua memang sudah ada yang mengaturnya hanya tinggal waktu yang menjawabnya.....
tapi percayalah Orang Baik Pasti akan Mendapatkan Jodoh yang Baik Pula.....

KaNgEn.....


Sore ini entah kenapa kok gue tiba-tiba kepengen ketemu sama dia....
Kepengen ngobrol sama dia......
Kepengen bercanda sama dia......
Kepengen curhat sama dia......
Kepengen memandang dia......
pokoknya harus ketemu sama dia...
Apakah ini yang namanya KaNgen???

Jumat, 25 September 2009

Proposal Nikah


Latar Belakang

Mama dan Papaku tersayang, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita.

Mama dan Papa sebagai hamba Allah, anakmu ini telah diberi berbagai nikmat. Diantaranya adalah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis. Fitrah merupakan pemberian Allah yang telah melekat secara inheren dengan kehidupan manusia itu sendiri.Hanyalah kehancuran yang didapatkan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah itu. Sungguh, kebutuhan ini wajar bagi manusia normal, selain untuk kebahagiaan manusia itu sendiri.

Mama dan Papaku, melihat kehidupan remaja dewasa itu sungguh amat memprihatinkan. Mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. “Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk sih, lagian saya masih ngumpulin barang dulu,” begitu kata sebagian dari mereka. Padahal , kurang apa sih mereka. Wallahua’lamu, mudah-mudahan saja mereka bisa bertahan untuk tidak berbuat maksiat.

Mama dan Papaku tersayang, bercerita tentang pergaulan remaja umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk ditorehkan. Setiap saya menulis peristiwa remaja, pada saat yang sama, terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita.

Mama dan Papa, inilah antara lain yang melatarbelakangi anakmu ini untuk segera menikah.

Dasar Pemikiran

“Dan nikahkanlah orang-orang bujangan di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karuniaNya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS .24 32).

“Dan segala sesuatu kami jadikan berjodoh-jodohan, agar sekalian kamu berpikir.” (QS 51 : 49).

Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya,berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT.

Dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW :

“Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah,sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (Al-Hadits).

Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah

Rasulullah SAW bersabda:
“Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku!”(Al-Hadits).

“Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah :
a. Pejuang di jalan Allah.
b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya.
c. Pemuda yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.”
(Al-Hadits)

” Hai golongan pemuda !Bila di antara kamu ada yang mampu menikah hendaklah ia nikah, karena nanti mata akan lebih terjaga dan kemaluan akan lebih terpelihara.” (Al-Hadits).

Akibat-akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan :
1. Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.
2. Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.
3. Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.
4. Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.
Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai berikut ini:
- Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang : Ir, DR, SE, SH, dsb
- Pesta pernikahan mestilah yang wah…, karena merupakan prestise tersendiri, bukan diselenggarakan dengan penuh ketawadhu’an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
- Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.
- Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan dicampuri dengan harapan ridha dari manusia(sanjungan, tidak enak, apa kata orang).
- Yakinlah…! Bila Allah ridha terhadap apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.

Tujuan Pernikahan
1. Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.
2. Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.
3. Mendapatkan cinta dan kasih sayang.
4. Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).

Kesiapan Pribadi
1. Kondisi Qalb yang sudah mantap (setelah istikharah).
2. Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).
3. Secara materi, siap.

Penutup
Mama dan Papa, demikanlah proposal ini diajukan anakmu. Semoga mama dan papa memahami keinginan anakmu ini. Atas bantuan dan doa dari mama dan papa, anakmu mengucapkan “Jazakumullah Khairan katsiira.”

Yogyakarta, Rabiul Awal 1421 H

Anakmu

(Dikutip dari majalah Ishlah Edisi Awal Tahun 1995)